Feature

Selasa, 01 Desember 2015

| | |
Apa itu Feature?
Feature adalah tulisan hasil reportase (peliputan) mengenai suatu objek atau peristiwa yang bersifat memberikan informasi, mendidik, menghibur, meyakinkan, serta menggugah simpati atau empati pembaca. (LeSPI, 1999-2000). Penulisan ini tidak terikat oleh 5W + 1H dan tidak terikat waktu, jadinya lebih awet.
Penulisan feature itu lebih santai dan fleksibel. Selain itu, feature lebih bersifat subyektif (tersirat opini atau sudut pandang penulis) sehingga opini itu tersamar dalam pelukisan suasana, penggunaan contoh-contoh, serta penyertaan nara sumber pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya.
Sebuah feature hendaknya ditulis dengan gaya bertutur, deskriptif, sedemikian rupa sehingga susunan kata dan kalimatnya mampu menggambarkan atau melukiskan suatu profil atau peristiwa tertentu. Oleh karena itu, feature sesungguhnya sebuah “cerita”, tapi bukan cerita mengenai fiksi melainkan mengenai fakta. A feature is a story about facts, not about fiction (feature ialah cerita tentang fakta, bukan tentang fiksi).
Ciri-Ciri Umum Feature
1. Lengkap
Sebuah feature disebut lengkap bila menyatukan bagian-bagian fakta dari suatu peristiwa, dan memadukan jalan pikiran penulisnya dalam bagian pendahuluan, rincian atau uraian , dan kesimpulan atau penutup (punch).
2. Melawan Kebasian
Feature dapat menjadi alat ampuh melawan kebiasaan berita. berita hanya berumur 24 jam. Dengan feature, sebuah berita dapat dipoles menjadi menarik kembali dan tetap aktual.
3. Non Fiksi
Feature merupakan pengungkapan fakta-fakta yang dirangkai menjadi satu kesatuan dan memberikan gambaran yang jelas dan utuh kepada pembaca mengenai suatu peristiwa atau suatu objek.
4. Bagian Dari Media Massa
Sebuah feature harus disajikan dalam media massa, baik cetak (surat kabar, majalah dan buletin) maupun elektronik (televisi dan radio, web/blog).
5. Panjang tak Tentu
Belum ada ketentuan mengenai panjang pendeknya sebuah feature, sehingga tulisanfeature sangat bervariasi tergantung penulisnya. Panjang pendeknya sebuah featuretergantung pada penting-tidaknya peristiwa, menariknya aspek yang diungkap, dan bagaimana penulis berusaha mewarnai feature sehingga memikat dari awal sampai akhir.
Penulisan Feature juga mengandung ciri-ciri khas, antara lain:
1.       Mengandung segi human interest. Tulisan feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi-menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Dengan kata lain, sebuah feature juga harus mengandung segi human interest atau human touch-menyentuh rasa manusiawi. Karenanya, feature termasuk kategori soft news (berita ringan) yang pemahamannya lebih menggunakan emosi. Berbeda dengan hard news (berita keras), yang isinya mengacu kepada dan pemahamannya lebih banyak menggunakan pemikiran.

2.       Mengandung unsur sastra. Satu hal penting dalam sebuah feature adalah ia harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen atau novel-bacaan ringan dan menyenangkan-namun tetap informatif dan faktual. Karenanya pula, seorang penulis feature pada prinsipnya adalah seorang yang sedang bercerita.
Jadi, feature adalah jenis berita yang sifatnya ringan dan menghibur. Ia menjadi bagian dari pemenuhan fungsi menghibur (entertainment) sebuah surat kabar.
Jenis-Jenis Feature
Menurut Wolseley dan Campbell terdapat enam jenis feature:
1. Feature minat insani (human interest feature)
2. Feature sejarah (hystorical feature)
3. Feature biografi (biografical feature)
4. Feature perjalanan (travelogue feature)
5. Feature yang mengajarkan keahlian (how-to-do feature)
6. Feature ilmiah (scientific feature)

Berikut ini penjelasan singkat mengenai beberapa jenis feature:

1.     Feature Human Interest (Human Interest Feature)
Ialah feature yang langsung menyentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati, dan sebagainya. Misalnya, cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, kehidupan seorang petugas kebersihan di jalanan, liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil, suka-duka menjadi dai di wilayah pedalaman, atau kisah seorang penjahat yang dapat menimbulkan kejengkelan.
2.     Feature Sidebar
Ialah feature yang memberitakan bagian-bagian lain dari sebuah peristiwa besar yang di dalamnya mengandung unsur human interest. Seperti, nasib para pengungsi yang kehilangan rumah ketika banjir bandang menimpa mereka.
3.     Feature Biografi (Biografical Feature)
Misalnya, riwayat hidup seorang tokoh yang meninggal, tentang seorang yang berprestasi, atau seseorang yang memiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi. Itu sebabnya, kamu bisa menuliskan tentang profil para pemimpin Islam di masa lalu, misalnya. Atau kamu juga bisa cerita tentang kisahnya al-Khawarizmi, ilmuwan muslim yang menemukan angka nol.
4.     Feature Profil (Profile Features)
Menceritakan tentang sisi hidup publik figur, organisasi, dan komunitas masyarakat, misalnya berita tentang proses hidup seorang pengusaha sukses yang berawal dari gelandangan, cerita sukses sebuah LSM dalam membangun masyarakat pedalaman, atau cerita ngiris komunitas masyarakat tertentu. Profile feature tidak hanya cerita sukses saja, tetapi juga cerita kegagalan seseorang. Tujuannya agar pembaca dapat bercermin lewat kehidupan orang lain.
5.     Feature Perjalanan (Travelogue Feature)
Misalnya menceritakan pengalaman berkesan dari sebuah perjalanan. Misalnya kunjungan ke tempat bersejarah di dalam ataupun di luar negeri, atau ke tempat yang jarang dikunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya unsur subjektivitas menonjol, karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung dalam peristiwa/perjalanan itu mempergunakan “aku”, “saya”, atau “kami” (sudut pandang-point of view-orang pertama). Ambil contoh tentang perjalanan menunaikan ibadah haji. Perjalanan ke tanah suci itu bisa kamu tuangkan dalam sebuah tulisan bergaya feature yang menarik. Itu sebabnya, disarankan untuk membawa buku catatan kecil untuk menuliskan semua peristiwa yang dialami sebagai bahan penulisan.
6.     Feature “Dibalik Layar” (Explanatory Features)
Menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi dibalik suatu peristiwa. Misalnya, cerita/berita tentang fakta-fakta yang menyebabkan buruh mogok kerja.
7.     Feature Sejarah (Hystorical Feature)
Yaitu feature tentang peristiwa masa lalu, namun masih menarik diberitakan masa kini, seperti berita tentang peran Soeharto pada penumpasan PKI yang sering diberitakan media massa menjelang beliau wafat. Misalnya juga peristiwa Keruntuhan Khilafah Islamiyah, sejarah tentang Istana al-Hamra dan benteng Granada. ‘Melongok’ kejayaan Islam di masa lalu. Sejarah tentang kekejaman tentara Salib saat membantai kaum muslimin, sejarah pertama kali Islam masuk ke Indonesia dan sebagainya.
8.     Feature Musiman (Seasonal Features)
Bercerita tentang peristiwa unik dan menarik yang terjadi secara rutin, baik setiap tahun, setiap momen, atau setiap musim. Misalnya, cerita riuh-gembira orang-orang kampung ketika lebaran (hari raya Idul fitri) tiba, dsb.
9.     Feature Tren (Trend Features)
Ialah feature yang menceritakan tentang gaya hidup komunitas tertentu atau masyarakat pada umumnya dalam jangka waktu tertentu. Misalnya gaya hidup remaja desa ketika HP masuk ke kampung-kampung.
10.   Feature Petunjuk Praktis (Tips)
Disebut juga how-to-do feature, ialah feature yang menjelaskan tentang bagaimana suatu perbuatan atau aktifitas dilakukan. Misalnya, tentang bagaimana caranya merawat mobil agar irit bensing, memasak, merangkai bunga, membangun rumah, seni mendidik anak, panduan memilih perguruan tinggi, cara mengendarai bajaj, teknik beternak bebek dan sebagainya.
11.   Feature Ilmiah (Scientific Feature)
Ialah feature mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai oleh kedalaman pembahasan dan objektivitas pandangan yang dikemukakan, menggunakan data dan informasi yang memadai. Feature ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dimuat di majalah teknik, komputer, pertanian, kesehatan, kedokteran, dll. Bahkan surat kabar pun sekarang memberi rubrik Science Feature.


Contoh Feature :


Ibadah Umrah Pertamaku


(01/2014) “Alhamdulillah...Allohuakbar”, itulah yang pertama kali terucap ketika aku berhasil menginjakkan kaki di tanah suci. Suasana yang begitu haru bersama ratusan jamaah lainnya, seolah takpercaya kami bisa hadir di Baitulloh. Lantunan talbiyah yang menggetarkan hati iringi langkah kami yang begitu ringan menuju Masjidil Haram.

Hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit dari hotel untuk tiba di Rumah Allah yang begitu indah tersebut. Sesampainya di sana, aku seolah takkuasa menahan tetesan air mata ketika melihat Ka’bah yang menjadi bukti kekuasaan-Nya begitu nyata ada dihadapanku.

Ribuan tamu Allah dengan pakaian ihram putih yang sangat senada menjalankan thawaf begitu khusyu’ mengelilingi Ka’bah. Aku pun ikut hanyut bersama mereka dibimbing oleh seorang muthowif sebagai tanda mulainya rangkaian ibadah umrah untuk ku. Untaian do’a dan mohon ampunan atas dosa-dosaku yang begitu banyak secara alamiah mengalir keluar dari mulutku, lagi-lagi air mata takbisa ku bendung menetes deras tanda penyesalanku atas potret-potret masa lalu. Tidak terasa tujuh putaran ku lalui, ritual thawaf pun harus ku akhiri, selanjutnya aku sholat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim sebelum bergegas ke Bukit Shafa-Marwah untuk menjalankan sai.

Ritual sai sebagai rangkaian ibadah umrah selanjutnya ku lalui dengan semangat menggebu-gebu. Rasa lelah seolah hilang dalam benakku, melihat begitu ramainya umat muslim yang ingin ikut merasakan perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk anaknya Nabi Ismail. Bukit Shafa-Marwah yang dulu notabennya ada di padang pasir, kini telah masuk dalam kawasan Masjidil Haram sehingga tidak begitu sulit untuk kami lalui. Selama perjalanan dari Shafa ke Marwah atau sebaliknya, air zam-zam menjadi penyegar dahaga kami sehingga jarak perjalanan tujuh kali yang berjumlah kurang lebih 3,15 kilometer pun tidak terasa melelahkan. Akhirnya ibadah umrah ku akhiri dengan melakukan tahallul, memotong tiga helai rambut di Bukit Marwah.

Usai sudah ibadah umrah pertamaku. Perjalanan spiritual ini tidak akan pernah terlupakan. Ku jadikan pengalaman ini pecut untuk senantiasa memperbaiki, mendekatkan diri dan meningkatkan ketaqwaan kepada-Nya. Insya Allah. (Inas Sajidah)


Sumber :



0 komentar:

Posting Komentar